Antusiasme Adik-adik SD Negeri Arguni saat Tampil dengan Menyanyikan Lagu Daerah Dengan 3 Bahasa (Arguni,Indonesia dan Inggris)

IMG_9248

Iklan

Bersiap Menuju Project II “Rumah Baca komposTIFA Siboru”

Langkah yang kami Ambil dalam mewujudkan Project-project positif masih terus bersambut dan berlanjut. Sebulan setelah peluncuran Rumah Baca Pertama di Desa Arguni-Taver, Kami akan segera meluncurkan Project Ke Dua Rumah Baca Kami yaitu Rumah Baca komposTIFA Desa Siboru Distrik Wartutin. Masyarakat Kampung Siboru yang menunjukan minat dan harapan mereka agar kami dapat pula membuka rumah baca di kampung mereka, tentu merupakan hal positif yang mebuat kami seakan tak lelah untuk berpeluh dalam mewujudkan mimpi kami berikutnya. Jika ditanya bagaimana dengan kesiapan kami untuk project ke dua ini,maka bolehlah jika dengan cukup percaya diri tanpa bermaksud untuk menyombongkan diri,bahwa kami siap baik secara konsep dan material. Tantangan jika boleh kami sebutkan demikian adalah kesiapan tempat untuk dijadikan rumah baca. Dan sepertinya itu tidak lagi menjadi tantangan karena informasi terakhir yang kami dapatkan bahwa pihak sekolah telah merelakan sebuah ruangan bekas perpustakaan lama untuk kami gunakan.

Untuk survey lokasi sendiri,kami berencana akan melakukannya diawal bulan April 2016. Penting bagi kami tentunya untuk mengatahui secara langsung bagaimana antusiasme masyarakat Siboru untuk project rumah baca ini. Koleksi buku sampai saat ini,dari gelaran kampanye yang telah kami gencarkan dari awal tahun kemarin telah terkumpul sekitar 500-an judul buku yang separuhnya telah kami alokasikan Rumah Baca perdana kami di Desa Arguni-Taver. Selebihnya akan kami alokasikan untuk project ke dua kami. Kami senantiasa tetap membuka diri bagi siapapun untuk turut aktif bersama kami dalam mewujudkan rumah baca ini. Gerakan Sahabat Tangguh Untuk satu Juta Buku serta gerakan Seribu Untuk satu Juta Buku terus kami gemakan dan tak lelah bagi kami untuk mengajak segenap anak bangsa untuk turut mewujudkan project-project ini. Jika dengan Berniat baik saja kita telah dimudahkan,lalu bagaimana jika kita langsung berbuat dengan karya nyata? Bergabunglah bersama kami dalam persekongkolan positif kami berikutnya. Tetap semangat Sahabat Hebat dan Salam Konspirasi Positif 🙂 adm.komposTIFA

 

Menuju Kemah Bakti komposTIFA 2016

Rangkaian program komposTIFA untuk triwulan pertama ini, Alhamdulillah berjalan lancar. Dan sebagaimana Program Utama Kami,setelah peluncuran Pilot Project Rumah Baca komposTIFA Desa Arguni-Taver dan Gelaran Kampanye-kampanye positif seperti Gerakan Sahabat Tangguh Untuk Satu Juta Buku,Gerakan Seribu untuk Satu Juta Buku dan kampanye Tong Babat,”kitong baca kitong hebat” di Jalan Baru tiap akhir pekan,kami kini tengah mempersiapkan pelaksaan program kami yang ketiga yaitu Kemah Bakti komposTIFA.

Cheetra Mahardika Teurupun alias Kak Citto,selaku penanggung jawab Kemah Bakti komposTIFA 2016,dalam sebuah kesempatan menjelaskan bahwa kemah bakti komposTIFA pertama ditahun ini rencananya akan diadakan di Kampung Pasir Putih Distrik Fakfak Tengah.Dalam kemah bakti ini,selain berkemah dan menginap selama satu malam,kegiatan ini juga akan diisi dengan kegiatan bakti sosial bersama masyarakat kampung sekitar dalam bentuk bersih-bersih lokasi wisata Pantai Pasir Putih. Peserta untuk kemah sendiri,selain para Propos komposTIFA,rencananya akan melibatkan juga adik-adik sekolah dasar di kampung-kampung sekitar.Adik-adik ini juga,nantinya akan diikutkan dalam kampanye sehat serta bedah profesi yang akan dimaterikan oleh para Propos komposTIFA.

Kemah Bakti sendiri sesungguhnya diadakan sebagai wujud nyata dari para relawan yang tergabung dalam kompostifa untuk mengkampanyekan gerakan-gerakan positif yang membawa manfaat luas bukan hanya bagi para Propos komposTIFA saja,tapi juga untuk anak-anak muda serta masyarakat luas. Kemah Bakti yang sementara ini masih dalam proses pemantapan baik konsep acara dan teknis pelaksaan, berharap dapat dilaksanakan pada bulan Mei 2016.

Dukungan masyarakat luas tetap kami harapkan untuk tetap berlangsungnya Project-project positif ini, karena kami percaya bahwa tanggung jawab memajukan negeri bukan hanya berada ditangan para pemegang kebijakan saja tapi juga ditangan seluruh anak bangsa dan apa yang kami lakukan ini sesungguhnya adalah wujud nyata kami sebagai generasi yang sadar untuk turut memberikan sumbangsih bagi kemajuan negeri dengan memprovokasi anak untuk berkonspirasi dalam konspirasi project-project maslahat.Nantikan Kami dalam Kemah Bakti komposTIFA,Mei 2016 Sahabat Hebat 🙂 Adm komposTIFA

Mimpi yang Telah Jadi

IMG_9705

Sehari setelah peresmian Rumah Baca komposTIFA pertama di Desa Arguni-Taver

Kami sadar,Project Pertama ini sesungguhnya bukanlah Puncak dari segala Kerja Keras Kami beberapa bulan belakangan ini,namun sesungguhnya merupakan langkah Awal kami untuk Project-project Positif Berikutnya. Jika di tanya,apakah kami Puas? Hmmm,,, sepertinya tidak! Karena bagi  Kami,tak akan pernah puas untuk bersekongkol dalam Mewujudkan Project-project Maslahat…

Tetap semangat Sahabat Hebat 🙂 shw

 

”komposTIFA,Bersekongkol Untuk Kebajikan”

Kami,Komunitas Muda Positif Fakfak atau disingkat komposTIFA,akhirnya boleh berbangga dengan perjuangan keras kami selama ini.Proses panjang yang dilalui dalam mempersiapkan segala sesuatu baik mengkoordinir relawan,mengkomunikasikan ide,menjaring relasi dan membangun koneksi akhirnya berwujud nyata dengan telah resminya komposTIFA sebagai sebuah Organisasi yang telah terdaftar di Kesbangpol dan Linmas Kabupaten Fakfak pada Tanggal 02 Februari 2016.

Euforia itupun berlanjut dengan acara Seremonial Peresmian komposTIFA sekaligus Peluncuran Pilot Project kami dalam bentuk Rumah Baca komposTIFA Desa Arguni Taver.Acara yang diadakan pada Minggu, 07 Februari 2016 di Desa Arguni-Taver itu, dihadiri oleh Tokoh-tokoh Masyarakat seperti Kepala Distrik Arguni Bapak Jhon Iha,Para Aparat Kampung dan masyarakat Desa Arguni-Taver dan juga daerah-daerah kampung sekitar seperti Fior,Furir,dan Andamata serta beberapa komunitas muda potensial yang berada di Kabupaten Fakfak.Acara itu juga berisi suguhan hiburan yang dipersembahkan antara lain oleh relawan komposTIFA sendiri dalam bentuk pembacaan Puisi,Drama,dan music akustik serta vocal group dari adik-adik pelajar SD Negeri Arguni yang menyanyikan lagu Daerah dengan menggunakan 3 bahasa,yaitu Bahasa Arguni,Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.Selain hiburan itu,ada juga suguhan tarian dari adik-adik Siswa-siswi SMP negeri Kokas yang tak kelah meriah.

Hal yang patut menjadi sorotan adalah bahwa Rumah Baca komposTIFA sesungguhnya adalah project independen yang digagas oleh Komunitas Muda Positif Fakfak dengan mengedepankan semangat kemandirian.Dari jumlah koleksi buku yang terdapat di dalam Rumah Baca komposTIFA Desa Arguni-Taver yang mencapai sekitar 300 judul buku dari 9 jenis kategori,buku-buku ini sesungguhnya di peroleh dari donasi masyarakat yang turut serta dalam kampanye positif yang di gaungkan komposTIFA.Kampanye- kampanye itu antara lain adalah Gerakan Satusatu atau Sahabat Tangguh untuk Satu Juta Buku yang mana gerakan ini mengajak orang untuk menyumbang satu orang satu buku. Dari hasil kampanye ini,buku yang terkumpul berjumlah 300 judul buku dengan 9 kategori yang berbeda dan masih terus bertambah hingga peluncuran rumah baca 7 Februari 2016.Selain hasil donasi dari kampanye Gerakan Satusatu,buku-buku tersebut juga merupakan donasi dari beberapa komunitas literasi maupun komunitas peduli pendidikan seperti Penyala Makassar dan Kelas Inspirasi Bogor . Lalu ada juga kampanye positif lain yaitu Gerakan SuSATU atau Seribu untuk Satu Juta Buku.Gerakan ini adalah gerakan mengajak setiap orang,siapapun itu untuk mendonasikan minimal seribu rupiah.Dana yang terkumpul dari kampanye ini yang kemudian diharapkan bisa digunakan untuk kepentingan pengadaan peralatan penunjang perpustakaan seperti meja baca,rak buku,dll.Saat ini,bisa dibilang dana yang digunakan untuk rumah baca ini adalah murni dari sumbangan sukarela para relawan yang tergabung di komposTIFA.Baik itu dari sumbangan Rutin Bulanan maupun sumbangan bebas tidak terikat lainnya dari masyarakat yang peduli.

Lalu apa sesungguhnya yang mendasari kami, teman-teman yang tergabung dalam relawan komposTIFA untuk berkumpul dan mewujudkan project-project positif termasuk rumah baca ini? Sesungguhnya semangat yang mendasari kami, teman-teman yang tergabung dalam Komunitas Muda Positif Fakfak adalah semangat untuk sadar,kemudian peduli dan lalu berbuat. Semangat untuk melakukan hal-hal positif yang membawa manfaat luas bagi masyarakat.Para relawan yang tergabung dalam Komunitas Muda Positif Fakfak adalah kumpulan anak-anak muda dari berbagai macam latar belakang baik pekerjaan,pendidikan dan usia yang kemudian berkumpul karena memiliki visi yang sama ke depan untuk kemajuan bersama.Semangat ini yang kemudian hendak ditularkan agar bisa lebih banyak menggugah orang untuk terlibat dan turun tangan langsung dalam project-project maslahat.

KomposTIFA sendiri secara struktural terdiri atas 2 orang Pembina/Penasehat yaitu Bpk Hasanuddin dan Iskandar Alam Banau,lalu seorang Penanggung Jawab Saida Husna Wokas,seorang Sekretaris Citra Rizky Handayani, dan 3 Divisi masing-masing Divisi Program dengan penanggung Jawab Syukur Amin Rumalolas,Divisi Publikasi,Media dan Relasi dengan Penanggung Jawab Ardian Taufik Pattisahusiwa dan Hardyanti Hasanuddin,dan Divisi Keuangan dengan Penanggung Jawab Sufriyana Ali.Hingga saat ini Relawan yang terdaftar telah berjumlah 30 orang.Untuk Program kerja tahun pertama komposTIFA sebagaimana yang dijelaskan Penanggung Jawab komposTIFA bahwa komposTIFA memiliki tiga agenda atau Program Utama yaitu pertama, membuka Jaringan Rumah Baca Kompostifa yang mana perdana telah dibuka di Desa Arguni-Taver, kedua yaitu menggaungkan Kampanye Positif yang terdiri dari Kampanye Gerakan Satu1 ,kampanye Gerakan SuSATU, dan kampanye Tong Babat yang merupakan Tag Line Rumah Baca komposTIFA “Kitong Baca,Kitong Hebat”.Kampanye ini dilakukan di Jalan Reklamasi (Jalan Baru ) setiap akhir pekan dengan menggelar buku dan mengajak orang untuk membaca bersama dan menjadikan buku sebagai bagian dari gaya hidup serta sekaligus menggalang dana.Dan Agenda terakhir adalah Kemah Bakti komposTIFA yang rencananya akan diadakan dua kali setahun. Kemah Bakti sendiri adalah kegiatan berkemah sekaligus Bakti Sosial Para Propos KomposTIFA “Provokator Positif”,sebutan relawan komposTIFA di daerah-daerah pesisir atau pelosok Fakfak yang mana dalam kegiatan ini akan dilakukan Kegiatan Sosial dan juga kegiatan yang berkaitan dengan Pendidikan.Lokasi untuk pelaksanaan Kemah Bakti di rencanakan akan diadakan di Kampung Pasir Putih dan Pulau Panjang.

Menjadi generasi yang Peduli sesungguhnya adalah Pilihan,bukan sesuatu yang ditakdirkan. Menjadi generasi yang bermanfaat bukan sesuatu yang harus ditunggu tapi bagaimana kita memulai dengan kesadaran nyata untuk peduli lalu beraksi.Kami,Komunitas Muda Positif Fakfak telah memulai itu dan mencoba untuk menyebarkan semangat konspirasi positif,semangat untuk bersekongkol dalam melakukan hal-hal yang bermanfaat luas bagi masyarakat. Dengan Project-project positif yang coba kami Gemakan,semoga bisa menjadi bukti bahwa berbuat baik itu sesungguhnya mudah dan akan selalu dimudahkan selama kita memiliki tekad,semangat dan kejernihan hati untuk berkontribusi bagi negeri.Semangat Konspirasi Positif Sahabat Hebat!!! Jshw

Bersama Sahabat Hebat Melintasi Gunung dan Lembah,Membelah lautan dan Pulau Karang Demi sepenggal Asa Mencerdaskan bangsa

Matahari Pagi itu,masih tampak malu-malu.Tak segarang hari kemarin.Bukan karena nyalinya telah terkuras,tapi karena sesungguhnya mengambil ancang-ancang untuk kecemerlangan yang baru. Gadget berbunyi semenjak habis subuh. Kawan,keributan pagi itu,tidak membuatku uring-uringan seperti kebiasaanku sebelumnya,karena hari ini adalah hari Istimewa kami teman-teman yang tergabung dalam komposTIFA untuk melakukan kunjungan akbar kami dalam formasi yang nyaris utuh. Kesepakatan kami saat itu adalah berkumpul di Terminal Jalan Kokas Pkl.07.00 wit.Mengingat pada kampung Arguni ada perayaan Mauild Nabi dan pertimbangan air surut, maka kami harus bergegas. Paling tidak jam 09.00 wit kami telah tiba di Kokas ,titik penyeberangan kami menuju Desa Arguni- Taver.

Saat bertemu dengan teman-teman ini di titik pertemuan Terminal Jalan Kokas, Aku merasakan bahwa semangat yang terpancar dari wajah sahabat-sahabat hebat ini adalah semangat yang lebih dari sekedar luar biasa. Beberapa diantara mereka diantarkan oleh orang tua mereka yang sesungguhnya itu membuatku semakin yakin bahwa project ini adalah project yang baik. Aku merasakan semangat itu mengaliriku,memenuhiku dengan kekuatan positif ,kekuatan maslahat,kekuatan untuk memberikan manfaat bagi orang lain, kekuatan untuk tidak egois.Tidak jarang saat berada dalam suasana seperti ini,seakan menghanyutkanku pada perasaan kekeluargaan yang dalam.

Dua buah kendaraan mini bus mengantarkan kami menuju Kokas.Euforia ini tak harus ku kotori dengan aral-aral kecil sepanjang perjalanan kami.Aral-aral seharusnya menjadikan kami lebih menghargai perjalanan ini. Mual, muntah, mesin mogok dan sebagainya,kami menikmatinya. Akhirnya setelah melewati gunung dan lembah terjal dalam perjalanan yang memakan waktu ± 1,5 jam kami sampai di Kokas. Perahu jemputan kami telah menunggu. Sebuah longboat berbahan fiber bermesin 40 PK telah berayun lembut di bibir dermaga kecil. Briefing sebentar,mengingatkan kembali akan agenda kunjungan kami dan hal-hal lain seperti nasehat-nasehat kecil aku sampaikan selaku penanggung jawab perjalanan ini. Layaknya standar operasional dalam sebuah operasi.

Dan satu persatu barang-barang kami diungsikan ke longboat yang lazim orang disini menyebutnya perahu jhonson. Jangan tanya padaku tentang latar belakang nama perahu itu,sungguh aku tak terlalu memahaminya. Dan kemudian menyusul kami,anak-anak kompostifa. Semangat itu masih disana. Mesin longboat dinyalakan.Kawan, lautan cukup bersahabat hari itu. Aku tahu,ada beberapa dari teman-teman yang mungkin sedikit khawatir dengan perjalanan laut ini,karena bisa jadi ini adalah perjalanan pertama mereka dan lalu itu bukan menjadi suatu masalah yang berarti. Karena kebersamaan dan rasa percaya diri kami, bahwa ini adalah project dengan niat baik menghapus segala kekhawatiran itu.

Gugusan pulau-pulau karang mengapung mengelilingi semenanjung kecil Papua Barat bagian selatan.Di beberapa gugusan itulah terdapat jejak-jejak primordial Tapak Tangan legendaris. Tapak-tapak tangan yang hingga saat ini belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan asal-usulnya selain dari dongeng-dongeng lokal masyarakat setempat.Perahu berbahan dasar fiber itu membelah riak-riak lautan dan kami disuguhkan dengan wajah lain pesisir Papua Barat bagian selatan.Pernah dengar Sekaru? Orang di Papua dan Maluku mungkin lebih akrab dengan sebutan Tanusang. Yah, seperti sebentuk pulau kecil yang terbentuk dari endapan pasir di tengah lautan. Masyarakat Arguni dan sekitarnya menyebutnya “ Pasir Balabuh”,terjemahan bebasnnya adalah pasir yang berlabuh di tengah lautan. Dan Arguni telah tampak di depan mata.

Rumah-rumah di wilayah pesisir kabupaten Fakfak,bukan lagi rumah yang tampak kumuh,berbahan bambu,beratap rumbia atau daun sagu dan batang gaba-gaba ( batang/pelepah daun Sagu yang dikeringkan).Rumah-rumah di pesisir Kabupaten Fakfak telah berbentuk permanen.Rumah beton dengan atap berlapis seng.Pembangunan infrastruktur telah merambat menjalari hingga ke pelosok. Ini adalah Prestasi Pemerintah dalam hal Pembangunan Fisik jika boleh kusebutkan demikian.Namun kawan, keberhasilan besar suatu bangsa juga didukung oleh kemajuan non fisik seperti pembangunan mental dan karakter masyarakatnya.Dan pembangunan itu salah satunya adalah melalui pendidikan.Untuk itulah,kami teman-teman yang tergabung dalam Komunitas Muda Positif Fakfak berada di sini ,di Arguni untuk memulai Project Perdana kami,dalam upaya untuk berkontribusi bagi negeri untuk kemajuan bersama. Project Rumah Baca komposTIFA Arguni-Taver.

Yang menggerakkan kami sesungguhnya adalah bukan karena pamrih yang akan kami peroleh. Yang menggerakkan kami adalah bukan karena ketenaran semu atau pujian sesaat.Tapi yang menggerakkan kami untuk ada disini adalah rasa kepedulian untuk sama-sama maju dan membangun negeri dari hal-hal kecil yang bisa kami lakukan. Yang menggerakkan kami adalah keberanian untuk mengakui kelamahan ,keberanian untuk berubah menjadi sesuatu yang lebih baik,keberanian untuk melakukan perubahan dengan karya nyata yang positif. Apresiasi tinggi,tidak lupa kami sampaikan kepada masyarakat Arguni-Taver. Keramahan luar biasa dan keterbukaan masyarakatnya yang menyambut kami,membuat kami membuktikan sekali lagi apa yang menjadi keyakinan kami, bahwa segala Project Kebajikan tentulah akan mendapat sambutan baik dan dimudahkan sekalipun di daerah terpencil. Kami belajar untuk tidak menjadi egois dengan menumbuhkan semangat kepedulian dan berbagi, kami belajar untuk menjadi ramah saat orang-orang menganggap remeh apa yang kami lakukan, dan kami belajar untuk berlapang dada.

Dan disinilah kami, di depan sebuah bangunan bekas Musholla sebuah Sekolah Dasar Negeri berukuran 5×6 m persegi, di sebuah pulau terpencil,di tengah kepungan Pulau-pulau Karang Kecil Distrik Arguni, salah satu pelosok Papua, Pulau Paling Timur Indonesia, kami Gaungkan Semangat untuk Berkontribusi dalam Konspirasi-konspirasi Project-project Maslahat.Sebut kami, para Provokator Positif,karena kami hadir untuk memprovokasi Para Pemuda untuk berani melakukan aksi-aksi nyata Positif demi kemajuan berpikir,demi kemajuan negeri.Dan Kami bangga,menjadi bagian dari Generasi Muda yang sadar,untuk kemudian peduli dan lalu berbuat.Sahabat Hebat,tetap semangat dalam konspirasi Project-project Maslahat dan Salam Konspirasi Positif.