STOP SMOKING

rokok

STOP SMOKING !!!!!

      Ya… mungkin ini adalah sebuah jargon yang sering kita dengar. Rokok sudah menjadi masalah yang sangat urgen di kalangan warga kita.  Ada masalah yang lebih penting jika hanya berbicara tentang untung dan rugi dari barang tersebut. Beberapa hari lalu, ketika mengikuti liqo, sempat saya dan teman-teman liqo bicara masalah rokok. Dari sini saya tergugah untuk sedikit memberikan tulisan.

      Kalau bicara rokok, mungkin kita akan menggunakan banyak dalil untuk mengharamkan dan menghalalkannnya. Mari kita tinggalkan pembahasan tentang halal dan haramnya. Alangkah lebih bagus kalau kita memandang masalah ini dari kacamata yang berbeda. Sebagai seorang tenaga pendidik, saya akan mengajak teman-teman untuk melihat hal ini dari sudut pandang matematika.

      Penduduk Indonesia yang berjumlah 200 juta jiwa, 50% adalah pria. Anggaplah Jumlah Pria adalah 100 juta jiwa. 50% nya adalah perokok aktif atau sebut saja 50 jutanya adalah perokok. Mari kita kalkulasikan besarnya uang yang di keluarkan oleh masyarakat kita dalam satu hari hanya untuk sebungkus rokok. Namun sebelum itu, saya kasi rumusnya dulu neh. Jumlah perokok aktif X harga sebungkus rokok. Gampangkan rumusnya.oke lanjut yuk !!!!

50.000.000 X 10.000 = 500.000.000.000. 50 juta di atas adalah jumlah penduduk Indonesia. Sedangkan 10 ribu adalah harga sebungkus rokok.Jadi satu hari, masyarakat Indonesia  mengeluarkan dana atau membuang uang sebesar 500 milyar rupiah per hari hanya untuk sebungkus rokok

.      Mari kita hitung juga jika 500 milyar ini di kalikan dengan 1 bulan. 500.000.000.000 X 30 = 15.000.000.000.000 (banyak sekali 0 nya ). Sudah berapa milyar tuh ??? Kalau tidak salah 1500 triliun.Mohon dikoreksi kalau salah.Maklum banyak banget nol nya. He….he….!!!

     Bayangkan teman-teman, dalam 1 bulan kita menghabisakan 1500 triliun hanya untuk sebungkus rokok saja. bagaimana kalau dalam 1 tahun. 15.000.000.000.000 X 12 =180.000.000.000.000. Dalam satu tahun negara kehilangan 18.000 triliun. Luar biasa teman-teman sekalin, dalam satu tahun kita mengeluarkan uang sebanyak 18.000 triliun rupiah hanya untuk rokok saja. Mari kita liat utang Indonesia. Berdasarkan data dari liputan6.com, utang Indonesia sudah mencapai 3271,82 triliun per maret 2016. Wouw, dengan 18.000 triliun rupiah utang Indonesia bisa lunas dalam jangka waktu tidak sampai satu tahun.

      Anggaplah ini pemikiran orang awam gengs, seandainya uang yang kita keuarkan ini kita simpan dan setiap tahun kita setor untuk membayar utang Indonesia,maka kita tidak perlu negara untuk membayar utangnya. Cukup masyarakatnya yang turun tangan. Dan jika 18.000 triliun ini kita sudah gunakan untuk membayar utang Indonesia, masih ada sisa banyak untuk kita gunakan kepada hal-hal lainnya. Misalnya dengan 18.000 triliun, semua jalan raya bisa masuk ke desa. Dengan 18.000 triliun setiap warga Negara Indonesia bisa mempunyai satu apartemen. Dengan 18.000 triliun, setiap anak bangsa bisa melanjutkan sekolah sampai S3 dengan gratis.

Luar biasa bukan gengs ???

      Penjelasan di atas berbicara mengenai masalah Nasional. Nah mari kita berbicara mengenai daerah yang kita cintai. Fakfak !!! yap, kita berbicara masalah Fakfak tentunya. Fakfak memiliki pendudukan sekitar 60.000 jiwa ( sensus tahun 2010). Anggap saja 50 % adalah pria atau sekitar 30.000 jiwa. 50 % adalah perokok aktif, sebut saja 15.000 jiwa.

Mari kita kalkulasikan.

     15.000 X 10.000 = 150.000.0000. Jadi sehari saja masyarakat Fakfak mengeluarkan uang sebesar 150.000.000 untuk sebungkus rokok. Nah bagaiamana jika sebulan??? 150.000.000 X 30 = Rp. 4.500.000.000. kalau setahun ?? teman-teman hitung aja sendiri. Setahun sekitar 54.000.000.000 ( 50 milyar lebih ) kita megeluarkan uang.

     Bayangkan teman-teman. Dengan uang ini kita, setiap sekolah di fakfak dari kota sampung ke kampong bisa kita buat tingkat 5. Jalan masuk ke desa bisa di beton. Bahkan bisa di jembatan penghubung yang menghubungi distrik Fakfak dan distrik Fakfak Tengah. Perlu teman-teman tau, data di atas masih menggunakan data lama.

Faktanya adalah:

  1. Penduduk Indonesia berjumlah 200 juta, ini adalah data yang saya ambil dari penggalan lagu Roma Irama yang di nyanyikan tahun 80an.artinya ini data tahun 80an.
  2. Harga sebatang rokok pun saya ambil yang termurah atau bisa di kelaskan dengan rokok gudang garam merah.bagaimana jika dengan rokok surya 1
  3. Data di atas hanya mengambil jumlah perokok aktif pria.dan belum di masukan perokok wanita.
  4. Dan yang paling penting, data di atas menggunakan satu bungkus rokok.bagaimana jika komsumsi rokok perhari adalah 2 bungkus.

   Dan yang terakhir mungkin ada bahasa, “merokok pake uang saya, kok kamu yang repot”. Oke, setidaknya jika tidak bisa stop merugikan diri kita sendiri, maka kita harus stop merugikan orang lain. Menjauh lah dari keluarga, sahabat, anak dan orang-orang di sekitar kita ketika merokok.

 September, 30,2016

Baqi Ar Rijal

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s