Parade Budaya dan Inovasi KomposTIFA yang ke 2 Tahun 2017

pbi 2.jpg

Logo PBI 2 KomposTIFA

Tepat dihari Sabtu, 11 November 2017 bertempat di kabupaten Fakfak tercinta KomposTIFA dengan sangat bangga berhasil melaksanakan kegiatan bertajuk “Parade Budaya dan Inovasi KomposTIFA yang ke-2’. Kegiatan PBI yang telah di agendakan menjadi program tahunan KomposTIFA dan telah dilaksanakan untuk pertama kalinya pada tahun 2016 yang lalu ini mendapatkan tanggapan cukup meriah dari Masyarakat yang ada di Kabupaten Fakfak.

Ada yang sedikit berbeda dalam semangat melaksanakan PBI ke dua ini, kalau pada PBI pertama semangat yang diusung adalah Semangat Sumpah Pemuda dalam rangka hari Sumpah Pemuda; Pada PBI 2 kali ini tiga momentum menjadi sumber semangat KomposTIFA yaitu:

  1. Sumpah Pemuda
  2. Hari Pahlawan
  3. HUT Kota Fakfak yang ke-117

Dengan mengangkat tema “JAGA TONG PU BUDAYA, TUMBUHKAN KREATIFITAS, MARI WUJUDKAN JIWA KEPAHLAWANAN UNTUK NEGERI TERCINTA” dan semangat tiga momentum membuat KomposTIFA berusaha semaksimal mungkin untuk menciptakan kegiatan ini berlangsung dengan menyenangkan dan bermanfaat untuk lebih banyak orang. Jenis kegiatan yang dilaksanakan adalah KARNAVAL BUDAYA, PARADE DAUR ULANG (Busana dan Non Busana) serta KOPIKO (Kotak Pintar KomposTIFA). Kalau di PBI 1 ada Beta Pangaruh, untuk PBI 2 dilaksanakan KOPIKO sebuah ide kreatif dari KomposTIFA yang telah terlebih dahulu di mainkan pada Semarak Anak Fakfak Berkarya 2017. Kopiko mengambil ide besar dari permainan ular tangga yang kemudian dibuat dalam bentuk manusia sebagai poinnya dan dadu serta papan raksasa, tidak hanya sekedar ular tangga permainan ini di gabungkan dengan Tiga Zona yang berisi informasi, pertanyaan pengetahuan umum serta zona hiburan.

pbi 2

Parade Budaya dan Inovasi KomposTIFA yang ke 2 diikuti oleh 19 Kelompok peserta dari Paud, Sekolah, Perguruan Tinggi, Komunitas, Instansi, Rumah Baca dan Kelompok Masyarakat se Kabupaten Fakfak. Rute yang ditempuh oleh Karnaval Budaya dan Parade Daur Ulang adalah dari Lapangan Pemda Fakfak dan berakhir di Lapangan Reklamasi Jalan Baru Fakfak, khusus untuk Paud mulai dari Pasar Ikan Fakfak. Peserta telah berkumpul sejak jam 12.00 WIT setelah melakukan pendaftaran ulang serta di berikan nomor dada dan diatur barisan di sekitar jam 13.00 WIT peserta mulai karnaval PBI yang ke 2. Jalanan Fakfak mulai dipenuhi dengan berbagai macam kostum adat dan Budaya serta kreatifitas membuat barang atau busana daur ulang, sepanjang perjalanan peserta pun aktif melakukan berbagai kreasi budaya. Peserta mulai satu persatu tiba di tempat finish sekitar pukul 14.00 WIT dengan diperkenalkan satu persatu oleh pembawa acara beberapa peserta mulai menampilkan kreatifitas dan berbagai penampilan seni budaya. Aktifitas ini menyedot cukup banyak perhatian masyarakat di sekitar areal finish.

Tidak kalah menarik dari Parade dan Karnaval Budaya, permainan KOPIKO juga mempunyai daya tarik sendiri di areal permainan yang disediakan. Baik penonton dan peserta begitu antusias menikmati dan mengikuti permainan tersebut sampai akhirnya satu pemenang berhasil mencapai titik kotak 49 dari seluruh kotak yang berisi 7 kali 7 ini. Selama rangkaian acara di akhir perjalanan PBI 2 juga di warnai dengan undian Doorprize berhadiah yang tidak kalah menghebohkan, diselingi oleh pengisi acara yang kali ini berasal dari The Kampunk dengan membawakan lagu reggae untuk menghibur seluruh penonton ditambah lagi penampilan Tobelo dari ibu-ibu Bhayangkari Polres Fakfak yang menggoyang lapangan jalan baru.

KomposTIFA berusaha bertanggungjawab untuk setiap hal dalam rangkaian kegiatan termasuk salah satunya adalah masalah Sampah. Seluruh peserta sudah diingatkan terlebih dahulu untuk menjaga kebersihan, termasuk dengan diberikannya plastik tempat sampah untuk setiap kelompok. KomposTIFA juga melakukan pembersihan semaksimal yang kami bisa di Lapangan Pemda juga di lapangan jalan baru.

IMG-20171112-WA0060

Begitu banyak hal yang terjadi selama mempersiapkan kegiatan ini namun tidak cukup mematahkan semangat Propos KomposTIFA untuk memberikan yang terbaik dalam pelaksanaan kegiatan ini.

Ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya KomposTIFA ucapkan untuk semua pihak yang turut serta mendukung niat baik kami. Kegiatan ini tidak lepas dari dukungan LPP RRI Fakfak, IJS, M150, Ichi Ocha, Mitra Computer, Inovasi Konsulindo, kawan-kawan Konongger, para donatur yang enggan disebutkan namanya, para juri yang ikut mendukung penuh kegiatan ini, pihak-pihak yang mengizinkan penggunaan lapangan pemda dan lapangan jalan baru, pihak kepolisian Fakfak dan adik-adik PKS atas bantuannya dalam mengawal jalannya kegiatan, serta semua tangan-tangan baik yang datang tanpa bisa kami sebutkan satu persatu.

Terimakasih yang sebesar-besarnya juga kami ucapkan untuk seluruh peserta yang ikut berpartisipasi, memeriahkan, mempersiapkan hal terbaik dengan segala kreatifitas dan seluruh tenaganya. Dari segala lapisan usia, dari anak-anak hingga usia dewasa. Sekolah, paud, kampus, kelompok masyarakat, paguyuban, instansi, komunitas ataupun perorangan yang ikut serta dalam PBI ke 2. Baik di Karnaval Budaya, Parade Daur Ulang maupun Kopiko (Kotak pintar KomposTIFA). Kegiatan ini tidak bisa terlaksana dengan meriah tanpa seluruh peserta yang begitu maksimal mempersiapkan segala hal.

Tidak lupa untuk seluruh Masyarakat Fakfak yang dengan begitu antusiasnya memberikan semangat kepada peserta, meramaikan jalan-jalan, memberikan banyak energi positif.

IMG-20171115-WA0033

Akhir kata, KomposTIFA selaku penanggungjawab kegiatan paham benar bahwa di dalam seluruh rangkaian persiapan sampai dengan pelaksanaan kegiatan memiliki banyak kekurangan. Baik secara kelompok maupun personal. Untuk itu dengan segala kerendahan hati kami mohon maaf dan memohon dukungan dan sarannya untuk bisa melaksanakan yang jauh lebih baik di kegiatan selanjutnya.

Salam Konspirasi Positif.

Salam hangat.

@KomposTIFA

#KomposTIFA #ParadeBudayadanInovasiKomposTIFA#ParadeBudayadanInovasi #KarnavalBudaya #ParadeDaurUlang#KotakpintarKompostifa #Fakfak #PapuaBarat #Sumpahpemuda#Haripahlawan #HUTFakfak

Redaksi: Divisi Publikasi dan Media KomposTIFA

Foto:

  • Dokumentasi KomposTIFA
  • Muhammad Hattab
  • Dokumentasi Pribadi Propos KomposTIFA

 

 

Iklan

PARADE BUDAYA DAN INOVASI KE-2 KOMPOSTIFA 2017

HADIR KEMBALI!!!

Bertepatan dengan tiga momentum:
Hari Sumpah Pemuda
Hari Pahlawan
HUT Kota Fakfak ke 117

Kompostifa dengan bangga kembali mengadakan kegiatan bertajuk PARADE BUDAYA dan INOVASI Kompostifa ke 2 Tahun 2017 dengan tema “Jaga tong pu budaya, tumbuhkan kreatifitas, mari wujudkan jiwa kepahlawanan untuk negeri tercinta”

pbi 2


Kegiatan akan dilaksanakan pada:
Tanggal: 11 November 2017
Start: Lapangan Pemda Kabupaten Fakfak
Finish: Jalan Reklamasi Fakfak

Mengundang untuk ikut berpartisipasi:
1. Sekolah
2. Paguyuban
3. Komunitas
4. Kampung
Di seluruh kabupaten Fakfak

Kegiatan yang dilaksanakan:

*KARNAVAL BUDAYA
Pendaftaran: Rp. 50.000 (free 5 kupon undian doorprize)
Tema: budaya tradisional kepahlawanan dan budaya kontemporer
*PARADE KREASI DAUR ULANG
Pendaftaran: Rp. 50.000 (free 5 kupon indian doorprize)
Tema: Budaya kreatif daur ulang dan nonbusana (berupa barang kreasi daur ulang)
*KOPIKO (Kotak Pintar KomposTIFA)
Pendaftaran: Rp. 10.000 (free 1 kupom doorprize dan Minuman ringan)
Penjelasan: Merupakan permainan kreatif sejenis ular tangga raksasa yang dipadukan dengan pertanyaan-pertanyaan edukatif.

Konfirmasi keikutsertaan sampai tanggal 7 November 2017
Technical Meeting tanggal 8 November 2017

narahubung:
Ardi: 081339338186
Adyn: 082248173232

#KomposTIfA #ProgramKomposTIFa #PBI#ParadeBudayadanInovasiKompostifa

KomposTIFA dan IM-YOU

KomposTIFA sebagai salah satu komunitas yang dipercaya dalam menerima donasi buku dari banyak pihak di seluruh Indonesia mempunyai misi untuk meningkatkan kesempatan membaca di Kabupaten Fakfak.

5 Oktober 2017 komposTIFA mendapat sebuah surat permohonan kerjasama dalam rencana pembuatan perpustakaan yang dibuat oleh IM-YOU (Inspiring Muslim Youth). Menyambut baik niat kawan-kawan IM-YOU (Inspiring Muslim Youth) dalam salah satu kegiatan yang di canangkan yaitu pembuatan perpustakaan, KomposTIFA dengan segera menindaklanjuti dengan mulai mengakomodir kebutuhan buku.

22540173_1428986527215413_3084874895737229142_n.jpg

Tepat 19 Oktober 2017, KomposTIFA menyerahkan buku-buku menarik untuk mewujudkan misi IM-YOU dalam membuat perpustakaan. Buku-buku yang diserahkan merupakan hasil donasi dari banyak pihak yang mempercayakan KomposTIFA untuk menyalurkan kembali. Donasi Buku yang masuk berasal dari banyak pihak juga mempunyai banyak jenis.

Selain buku, KomposTIFA juga memberikan mading pelangi yang nantinya akan di gilir secara rutin dengan beberapa sekolah yang juga menjadi target penyerahan mading pelangi. Mading Pelangi merupakan salah satu cara menarik dalam meningkatkan minat baca oleh http://www.duniapelangi.com/ dengan membuat sebuah mading yang terus di update setiap waktu dan berisi banyak hal menarik, seperti informasi yang ada dunia, ilmu pengetahuan, sastra dan karya anak, surat sahabat pena, dan berbagai gambar yang dikemas dengan sangat menarik. Mading pelangi dan KomposTIFA kali ini sudah menjadi kerjasama kali kedua, setelah kesempatan pertama sudah di sebarkan ke beberapa sekolah, rumah baca dan pondok baca yang di ada di seluruh Kabupaten Fakfak baik di kota ataupun kampung.

22539763_1428986573882075_5697305243817177346_n.jpg

22688646_1428986447215421_2657699633235811292_n.jpg

Semoga IM-YOU dan KomposTIFA bisa terus menjalin kerjasama positif untuk Kabupaten Fakfak. Terimakasih kepada donatur.

#ProgramKomposTIFA #KomposTIFA #IMYOU #Relasi #MitraKomposTIFA

Kelas Cerdas Bersama Buku Untuk Papua via Telegram

Minggu, 27 Agustus 2017 KomposTIFA diwakili oleh kakak Saida Husna Wokas selaku penanggungjawab KomposTIFA di periode 2017-2018 mendapatkan kesempatan menarik dari kegiatan yang tidak kalah menarik gagasan Buku Untuk Papua yaitu Kelas Cerdas. Melalui aplikasi telegram selama kurang lebih selama 4 jam yang dimulai pada pukul 17.03 WIT sampai berakhir di 21.04 WIT kelas cerdas dilaksanakan dengan cukup ramai audiens/peserta talkwhow, kelas cerdas kali ini di moderatori oleh kak Dayu Rifanto.

Teman-teman yang mau ikut talkshow kelas cerdas tiap bulan dengan narasumber baru, bisa bergabung di kelas cerdas via telegram disini https://t.me/KelasCerdas 🙂 seru!!!

Yang tidak sempat mengikuti live chatnya, bisa disimak dari draft chat dibawah ini. 😀

Selamat belajar bersama Kelas Cerdas dan KomposTIFA

—————————————————————————————————————————-

Selamat sore semuanya, sampai ketemu di Kelas Cerdas satu jam yang akan datang yang menghadirkan Kak Ida Wokas dari Kompos Tifa Fakfak.

#Moderator :

Shalom, Assalamualaikum wr wb, Salam sejahtera dan selamat sore buat kita semua.

Perkenalkan, saya Dayu Rifanto ( WA dan Telegram 081222967475) yang akan menjadi moderator dari Kelas Cerdas BUP, sore ini kita akan belajar bersama di KelasCerdas dimana kami mengundang Kaka Ida Wokas dari Kompos Tifa

 Harapannya dengan kegiatan ini kita bisa belajar bersama, memperkaya ide, beraksi dan berkolaborasi untuk membuat inisiatif-inisiatif baik ke depannya.

Buat kaka audiens atau peserta talkshow, diakhir sesi pertanyaan dari moderator, kitong buka maksimal 3 pertanyaan dari audiens yang ikut menyimak yang bisa dikirimkan kepada moderator, untuk diteruskan kepada narasumber.

 Dan dari 3 peserta yang bertanya itu, akan ada satu orang yang beruntung akan mendapatkan sebuah totebag dari Bukuntukpapua spesial buat kamu 🙂

Tra mau panjang lebar karena su tra sabar lagi, kami mempersilahkan Kaka Ida Wokas untuk memperkenalkan diri dahulu sebelum kita akan mulai dengan pertanyaan yang telah disiapkan, buat kaks peserta semuanya selamat belajar bersama. Hormattt

 #Narasumber :

Hallo juga Kak Dayu dan Salam untuk teman-teman Kelas Cerdas semuanya. Semangat Konspirasi Positif !!! Sebelumnya terima kasih untuk Kak Dayu yang telah bersedia melibatkan kami, komposTIFA untuk berbagi di Kelas Cerdas edisi Agustus 2017. Perkenalkan nama saya Saida Husna Wokas, biasanya dipanggil Saida atau Ida. Saya lahir dan besar di Fakfak. Aktivitas terakhir saya saat ini selain bergiat bersama beberapa teman-teman di komposTIFA saya bekerja sebagai Karyawan Swasta disebuah Perusahaan Suplier Barang dan Kebutuhan Pokok di Fakfak.

Lalu tentang Kegiatan sebelum membuat  komposTIFA, selain rutinitas pekerjaan beberapa kali bersama beberapa teman dan juga komunitas pernah membuat  kegiatan  kerelawanan yang berbasis social dan pendidikan diantarannya Kelas Inspirasi Fakfak Pertama awal 2015 dan Festival Inspirasi dan Permainan Tradisional 2015.

#Moderator :

Terimakasih kembali Kaka, sudah berkenan mau berbagi cerita tentang komunitas Kompos Tifa yang kaka dan kawan – kawan lain buat ini.

Tentu banyak orang yang penasaran bagaimana ceritanya, dan sebelumnya kita sapa dulu ada yang dari Seram, dari NTT, Bandung, Manokwari, Merauke, Sorong, Nabire, Jayapura yang lagi pantau talkshow kali ini.

Oh jadi Kaka ini lahir dan besar di Fakfak eh, siap. Su(dah) jadi orang Fakfak berarti nih :). Dan sudah sering buat kegiatan kerelawanan di Fakfak eh..baik2..boleh diceritakan kah kaka, mengapa punya ide membuat kompos tifa ? ada problem apa yang dirasakan di Fakfak yang kemudian memicu mendirikan komunitas literasi ini ?

#Narasumber :

Wah salam kenal teman-teman semua…

Pada dasarnya keinginan untuk membuat sebuah komunitas yang mewadahi segala kegiatan positif telah lahir saat awal-awal tahun 2015.Waktu itu saya dan beberapa teman dipertemukan disebuah kegiatan yang digagas oleh teman-teman dari Fakfak Mengajar bersama Indonesia Mengajar angkatan VIII pada sebuah Proyek Kerelawanan bertajuk Fakfak Menginspirasi.

Selepas dari Proyek itu beberapa dari kami masih lagi dipertemukan untuk proyek-proyek lainnya yang seakan sambung menyambung hampir sepanjang tahun 2015.

# Narasumber :

Bahwa kemudian kami melihat sesungguhnya ada begitu banyak potensi yang ada pada anak muda Fakfak namun ruang untuk mengekspresikan itu terbatas bahkan bisa dibilang nihil. Hingga kemudian disekitar akhir bulan November 2015 saat kami mulai vakum dari event kerelawanan yang belum terorganisir (dalam artian setelah kegiatan bubar, ada kegiatan baru kumpul lagi dan belum ada satu “bendera” yang kita pakai), salah seorang teman Pengajar Muda angkatan X Pratiwi Hamdhana menghubungi saya.

Ia menceritakan tentang keinginannya untuk membuka Rumah Baca di daerah penempatannya di kampung Arguni Fakfak. Kami memiliki pandangan yang sepaham terkait minat baca yang rendah di Fakfak. Jangankan untuk wilayah perkampungan yang terisolasi dan jauh dipelosok. Untuk wilayah dalam kota Fakfak saja, jika melihat dari tingkat kunjungan ke perpustakaan sungguh sangat memprihatinkan. Kami sepaham bahwa, meningkatkan minat baca ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja atau pihak sekolah saja namun sudah saatnya untuk kita diluar elemen formal ambil bagian juga. Minat baca rendah bukan karena masyarakat tidak mau membaca tapi bagaimana kita menciptakan, menghadirkan iklim itu.

Dari situlah kemudian kami intens melakukan pertemuan, saya coba menghubungi beberapa teman yang semangat kerelawanannya luar biasa, dan mereka antusias sekali. Lalu kemudian tercetuslah ide, untuk membuat sebuah komunitas yang kami namakan komunitas muda positif fakfak dengan pilot project kami Rumah Baca komposTIFA Arguni.

#Moderator :

Oh jadi setelah kegiatan selesai, lalu ada ide buat rumah baca dari relawan pengajar Indonesia Mengajar dan kemudian ini mengkristalisasi jadi mengapa tidak buat komunitas literasi saja begitu ya, dan kemudian teman – teman yang punya kerinduan yang sama satu per satu mendukung komunitas ini. Berarti Kompos Tifa itu dari Komunitas Muda Positif Fakfak yaa ooo begitu eh.

Dan minat baca rendah bukan karena orang tra suka membaca, tapi lebih sebab bukunya saja tidak ada, maka komunitas seperti ini menghadirkan buku – buku bacaan mendekatkan diri pada warga yaa kaka.

Baru ada kendala saat proses merumuskan ide bersama dan mendirikan komunitas ini kaka ? siapa – siapa sajakah yang mendukung pada awal mulanya ?

#Moderator :

Mohon doa dari sobat semua supaya sinyal dan listrik aman-aman di Fakfak eh, biar diskusi kali ini lancar, dan mengingatkan yang mau bertanya kepada Kaka Ida bisa ditujukan kepada moderator dahulu dan akan diteruskan ke Kaka Ida, dan ini nomer wa/telegram moderator (081222967475)

Terimakasih

#Narasumber :

Yup, kurang lebih seperti itu kaka. Bicara kendala  Tidak bisa pungkiri bahwa dalam mendirikan sebuah organisasi apapun itu, kendala tetap ada. Namun Alhamdulillah semangat awal dan keyakinan yang coba kami bangun bersama teman-teman  Propos ( Provokator Positif – sebutan bagi relawan komposTIFA ) yang kemudian menjadi semacam “mantra penguat” bagi kami yaitu bahwa segala niat baik itu pasti selalu dimudahkan membuat kami mampu melewatinya.

Dan itu terbukti dari begitu banyaknya kemudahan dan bantuan baik moril dan materiil dari berbagai pihak saat Peresmian komposTIFA sekaligus peluncuran Pilot Project kami, Rumah Baca komposTIFA (RBK) Arguni.

#Narasumber :

Dari kita kumpul-kumpul awal untuk diskusi, lalu penggalangan donasi dana dan buku, perbaikan bangunan untuk rumah baca hingga pengurusan legalitas ke Badan Kesbangpol dan Linmas Fakfak  bisa dibilang cukup kilat. Efektifnya sekitar 2 bulan. Dan itu luar biasa bagi kami.

IMG_20170830_175932

RUMAH BACA komposTIFA Arguni, PILOT PROJECT kami

#Narasumber :

Banyak pihak yang mendukung kami saat pendirian komposTIFA khususnya Peluncuran Project Pertama kami. Yang pertama seperti yang sudah saya sebut diawal tadi yaitu Pratiwi Hamdhana. Dia Pengajar Muda Indonesia Mengajar angkatan X untuk daerah penempatan Arguni.

Oh ya, sekedar info tambahan, kampung Arguni secara geografis terletak di sebelah utara kota Fakfak. Perlu waktu sekitar 1,5 sampai 2 jam melewati jalur darat membelah gunung dan lalu menyeberangi lautan sekitar kurang lebih 45 menit.

Terkait dukungan donasi buku-buku awal kami dapatkan juga dari teman-teman Penyala Makassar dan juga Gerakan Swadaya kami sendiri yang kami namakan Gerakan Satusatu atau Sahabat Tangguh Untuk Satu Juta Buku. Dan terkait dana sendiri kami juga pernah menggalang dukungan dana lewat kitabisa.com dan juga gerakan swadaya kami yang kami namakan Gerakan SuSATU atau seribu untuk satu juta buku.

IMG_20170830_175935Kampanye Tong babat dan Satusatu di salah satu jalan Protokol di Fakfak

 #Moderator :

Jadi Kampung Arguni nih hitungannya cukup jauh juga untuk sampai disana. Oh iya, kalau tadi ada gerakan SuSATU, ada juga kampanye Tong Babat, boleh diceritakan kk, apa saja program dari Komunitas Kompos Tifa ini ?

IMG_20170830_175938Kampanye SuSATU di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan Di Fakfak

#Narasumber :

Jadi pada dasarnya Program dari komposTIFA terkait Pengembangan minat baca ini ada beberapa. Yang pertama terkait Penggalangan Buku kami namakan Gerakan Satusatu kepanjangannya Sahabat Tangguh Untuk Satu Juta Buku.

Kampanye ini mengajak orang untuk menyumbang minimal satu buku saja. Lalu terkait Pendanaan kami mengkampanyekan Gerakan SuSATU yang kepanjangannya adalah Seribu Untuk Satu Juta buku, yang mana kegiatan ini mengajak siapapun untuk menyumbang seribu rupiah untuk operasional Rumah Baca yang kami bangun.

Sedang “Tong babat” sendiri, merupakan tagline dari Rumah Baca komposTIFA sendiri yang merupakan kepanjangan dari ” Kitong Baca, Kitong Hebat”

#Narasumber :

Satu program baru kami untuk tahun ini kami namakan Ransel Propos. Jadi kegiatan ini semacam kita jalan-jalan ke kampung-kampung dengan Ransel yang berisi buku dan kemudian kita gelar dan mengajak adik-adik atau masyarakat untuk membaca. Ini juga sekaligus juga merupakan penjajakan awal bagi kami untuk kemungkinan membuka Rumah baca baru

IMG_20170830_175941

Ransel Propos di Kampung Kotam sekitar 1 jam dari Kota Fakfak ke arah Timur

 IMG_20170830_175944

Ransel Propos di kampung Wambar, arah timur kota Fakfak sekitar 2 jam

 #Moderator : Ada kampanye ruang baca di alam bebas, sambil baca sambil lihat pantai dengan air laut jernih..macam indah sekali 🙂

Jadi ada program membangun ruang baca, juga ada ransel Propos, gerakan SuSATU sebagai media kampanye dan donasi dan sudah gunakan platform crowdfunding juga seperti Kitabisa.com wah mantap

 Jadi sejak berdiri sampai sekarang Kompos Tifa sudah mengelola berapa rumah baca ?

Ada cerita menarik apa dari rumah baca ?

 #Narasumber :

Alhamdulillah saat ini kami telah menginisiasi sekitar 4 Rumah Baca yaitu RBK Arguni, RBK Siboru, RBK Efata, RBK Viktoria Kriawaswas.Yang terakhir kami sebut baru diinisiasi awal Agustus kemarin. Kami juga membangun kemitraan dengan Pondok Baca Brongkendik yang merupakan Rumah Baca yang telah jauh ada sebelum komposTIFA lahir dan juga Rumah Pniel Pikpik.

Sebelumnya mohon maaf dulu ya teman-teman. Fakfak lagi hujan, kalo agak terganggu signal mohon dimaklumi ya

IMG_20170830_175946 Peluncuran RBK Efata

 IMG_20170830_175949

RBK Arguni

 IMG_20170830_175951

Mitra kami Rumah Baca Pniel kampung Pikpik, sekitar 2 jam perjalanan di arah Pegunungan Fakfak

 #Narasumber :

Tiap-tiap rumah baca punya cerita menarik. Selain RBK Efata, yang lainnya berada diluar kota Fakfak. Perlu menempuh perjalanan jauh untuk sampai ke sana. Baik melewati darat maupun menyeberang laut. Dan salah satu perjalanan yang cukup dramatis yaitu saat kami menuju kampung Siboru.

Kami kesana Sabtu waktu itu. Menunggu sebagian teman-teman selesai bekerja. Hujan Cukup deras Sore itu. Estimasi waktu kesana paling tidak 2 jam dengan kondisi jalan yang tidak mulus. Buku-buku dan perlengkapan lain kami angkut menggunakan mobil yang kami sewa. Sedang selebihnya dengan kendaraan bermotor

Tantangan yang luar biasa saat itu. Kami tiba dititik penyeberangan yang sama sekali tidak ada signal dalam kondisi hujan deras yang belum reda dan malam. Perumahan penduduk jarang. Dan alhasil kami tidak berhasil menghubungi kepala kampung untuk menjemput kami. Bisa bayangkan seberapa “horror” malam itu.

Namun tekad kami tetap utuh, Siboru adalah tujuan kami. Dan malam itu kami memutuskan untuk berteduh dirumah salah seorang warga yang cukup terpencil. Mengatur lagi rencana. Signal yang labil dan kebanyakan hilang tetap membuat kami terus mencari hubungan. Dan setelah mencoba mengirim pesan ke teman di kota yang kemudian mencoba menghubungi kepala kampung, perahu jemputan kami tiba sekitar jam 20.00 WIT malam lewat.

Sempat berbeda pendapat dengan beberapa teman pada malam itu. Apakah menunggu pagi baru kita menyeberang atau tengah malam ini juga dengan barang sedemikian banyak. Dan akhirnya kami memutuskan untuk tetap menyeberang malam itu juga dengan membawa sebagian barang saja, sedang sisanya akan diangkut pagi besok. Kami berlayar menembusi malam itu di jam 23.00 WIT. Itu benar-benar pengalaman yang luar biasa.

IMG_20170830_175953 RBK Kampung Siboru, 2 jam ke arah barat Kota Fakfak

 #Moderator :

 Malam – malam baru trada sinyal di orang punya tempat lagi..memang sinyal nih hilang – hilang tra jelas di Papua nih hehe.

 Berarti su ada 5 ruang baca yang dikelola bersama warga, baru bagaimana anggapan warga masyarakat saat ada Kompos Tifa yg kemudian berjejaring dengan banyak pihak mengelola banyak ruang baca untuk mendukung bacaan menarik bagi warga ?

 #Narasumber :

 Sebagian besar menyambut baik kehadiran kami. Beberapa Sekolah yang pernah kami datangi untuk memperkenalkan komposTIFA dengan kampanye Satusatu dan SuSATU sangat antusias. Terlebih warga masyarakat kampung dimana Rumah Baca KomposTIFA berdiri.

 Alhamdulillah sampai sejauh ini tidak ada masyarakat yang menolak keberadaan kami, malah beberapa sangat berharap agar kami bisa segera membuka lagi dikampung-kampung lain. Insya Allah itu akan menjadi bagian dari rencana kami kedepan.

 #Moderator :

 Jadi warga sangat mendukung ya kk, semoga pemerintah juga demikian :).

 Sa baca di blog Kompos Tifa  ada rumah baca yang menggunakan Mushola dan ruang kelas di SD YPK di Fakfak, boleh ceritakan tentang hal tersebut, pasti teman – teman lain ingin tahu ceritanya ? Oh iya, dan kalau kawan – kawan disini ingin mengikuti perkembangan Kompos Tifa bisa lihat dimana atau follow media sosial apa ?

 #Narasumber :

 Insya Allah, bukan hanya pemerintah tapi juga masyarakat luas harapannya… amien 🙂

 Iya, benar sekali kak Dayu. Rumah Baca pertama komposTIFA yang merupakan pilot project kami di kampung Arguni merupakan bekas Musholla. Awalnya merupakan musholla sekolah lalu kemudian sudah lama tidak digunakan karena Masjid Kampung yang telah direnovasi berada dekat dengan sekolah. Saat ide berdirinya rumah baca ini, kami mendapat dukungan luar biasa dari pihak sekolah, khususnya Ibu Kepala Sekolah Dasar di Arguni, Ibu yani. Beliau yang langsung menawarkan bekas bangunan ini. Tugas kami selanjutnya tinggal mengecat  ulang dan memperbaiki beberapa bagiannya saja.

 Tambahan informasi, Kampung Arguni sendiri secara sosiologis adalah kampung dengan mayoritas penduduknya 100% muslim. Lalu untuk Project kedua kami di kampung Siboru adalah wilayah secara  yang sosial mayoritas penduduknya 100% nasrani. Yang kami gunakan sebagai Rumah Baca di Siboru sendiri adalah bekas PAUD yang juga berada di lingkungan SD YPK Kampung Siboru. Pihak sekolah sangat antusias mendukung kami.

 Bahwa kemudian setelah melihat lagi, ternyata apa yang kami lakukan sesungguhnya telah mewakili filosofi masyarakat Fakfak yang sangat menjunjung tinggi toleransi beragama, satu tungku tiga batu. Kami melakukan ini tanpa mengkotak-kotakkan asal-usul dan latar belakang. Tetapi jauh dari itu semua, sejatinya tentang Kemanfaatan. Orientasi Kemanfaatan semata.

 #Narasumber :

 Untuk teman-teman yang ingin tahu lebih banyak tentang komposTIFA bisa mengunjungi Laman Facebook kami komposTIFA atau akun kompostifa fakfak. Lalu Twitter atau Instagram kami @kompostifa.

 Beberapa tulisan juga bisa teman-teman baca di web kami kompostifa.org

 Untuk menjadi relawan pada dasarnya siapapun yang pernah menyumbang baik buku maupun dalam bentuk dana sudah kami anggap sebagai relawan. Namun untuk teman-teman yang mau terlibat dalam kegiatan kami secara organisasi kami mensyaratkan untuk menyumbang minimal 10 macam judul buku dan mengisi formulir Kak Dayu.

 #Moderator :

 Mengingatkan kepada sobat audiens Kelas Cerdas, kalau kaks dorang ada pertanyaan untuk Kak Ida Wokas dan Kompos Tifa bisa ditujukan ke Moderator dulu dan kemudian akan diteruskan kepada Narasumber.

 Terimakasih

 #Moderator :

 Terimakasih jawabannya kaka Ida, mengingat waktu sa lanjut dengan pertanyaan selanjutnya eh.

Kalau menurut Kaka Ida, bagaimana perkembangan literasi di Fakfak, terlebih setelah ada Kompos Tifa, apakah ada komunitas lainnya juga atau bagaimana perkembangannya sekarang ?

 #Narasumber :

 Sama-sama kak Dayu.

 #Narasumber :

 Kalau saya pribadi melihat perkembangan literasi di Fakfak masih belum pesat. Minat baca masih rendah. Daftar kunjungan ke Perpustakaan Daerah bisa dibilang sangat minim ( ini dari beberapa kali pengalaman saya mengunjungi perpustakaan daerah dan melihat daftar pengunjung)

 Banyak faktor penyebab kalau saya melihatnya. Pertama, ketersediaan sumber bacaan dan penyebarannya serta kampanye bacanya yang kurang variatif. Perpustakaan Daerah Fakfak punya koleksi buku yang variatif namun statis. Perpustakaan keliling pun tidak maksimal berjalan kalau hanya mengandalkan armada pemerintah yang hanya punya satu mobil operasional.

 Bahwa kemudian belakangan muncul berbagai komunitas relawan pegiat pendidikan dan social di Fakfak itu kemudian menjadi stimulus yang luar biasa. Di tambah lagi dengan Program Literasi yang mulai dijalankan ditiap sekolah.

 Kami masih percaya bahwa, minat baca rendah bukan karena tidak suka buku tapi lebih kepada penyebaran buku, ketersediaan buku. Sebagai info tambahan, sebenarnya di Fakfak belum ada Toko Buku. Toko Buku yang benar-benar Toko Buku, yang menyediakan suplemen berharga bagi pecinta dan pemburu buku.

 Dan salah satu upaya yang coba dilakukan komposTIFA diantaranya dengan menggelar buku di Pusat Keramaian yang kita namakan kampanye Tong babat dan juga Ransel Propos, kita bawa buku dalam ransel dan menuju kampung tertentu dan ajak baca.

 Semoga dengan yang komposTIFA lakukan bisa menjadi inspirasi dan penyemangat buat teman-teman lain dalam berkontribusi bagi negeri 🙂

 #Moderator :

 Baik kaka, nah sa lanjut yaa, dan sa lanjut dengan pertanyaan terakhir sebelum ada 3 pertanyaan dari peserta atau audiens Kelas Cerdas kali ini.

 Jika sudah kelola 5 rumah baca dan sudah berdiri sejak 2015 apa saja kendala yang dihadapi oleh Kompos Tifa yang berkenan di bagikan, dan apa sih harapan terbesar kaka untuk Kompos Tifa ?

 #Narasumber :

 KomposTIFA sendiri berdiri tanggal 11 Desember 2015 dan hingga kini nyaris berusia 2 tahun. Perjuangan awal saat memulai komposTIFA sudah merupakan kebahagiaan luar biasa bagi saya pribadi dan mungkin juga teman-teman propos yang lain.

 Dari bagaimana kami tiba-tiba mengalang dana dengan membuka “Café Liar” dan juga kampanye Satusatu dan SuSATU sekaligus kampanye Ayo Tong Babat ( Kitong Baca, kitong Hebat ) di Jalan Baru ( salah satu jalan Protokol di Fakfak) yang saat itu belum menjadi pusat jajanan seperti saat ini.

 Bahwa kemudian ada beberapa pihak yang mungkin menganggap kami gila dengan melakukan hal-hal yang tidak biasa, tapi kemudian saat melihat lagi ke belakang ternyata itu juga menginspirasi beberapa orang lain. Itu semua amat sangat berkesan dan menjadikan kami lebih bersemangat untuk melakukan karya positif lainnya.

 Suka duka yang kami temui saat-saat awal komposTIFA berdiri sejatinya adalah kesatuan proses yang menguatkan kami semua dan itu semua menjadikan kami merasa beruntung pernah melaluinya.

 Bicara tentang kendala, harus diakui ada dan tidak sedikit. Dan itu saya sebutnya sebagai tantangan, hingga kita melihatnya bukan sebagai masalah tapi sesuatu yang memacu kita, yang membuat kita merasa terus tertantang untuk menghadapi dan menyelesaikannya.

 Beberapa diantaranya yaitu terkait Pendanaan. Dana adalah satu hal yang niscaya dalam berorganisasi, apapun itu organisasinya. KomposTIFA semenjak didirikan mengedepankan semangat kemandirian dalam mendanai segala kegiatan kami. Itu bukan berarti kami tidak pernah mengajukan proposal. Bagi kami Proposal pendanaan juga penting namun itu masuk urutan kesekian. Selalu yang kami upayakan terlebih dahulu adalah menggalang dana secara mandiri dahulu dengan mengerakkan potensi yang ada dalam komposTIFA.

 Dan kemudian nilai yang kami dapat dari itu adalah kami berhasil menciptakan kesan sebagai komunitas yang mampu untuk terus bekerja dan berkarya secara mandiri dengan atau tanpa dukungan proposal dan tanpa terikat atau berafiliasi dengan kepentingan siapapun. Kepentingan kami cuma satu yaitu berbuat kebaikan yang bermanfaat untuk orang banyak. Itu bisa jadi salah satu hal yang membuat kami berbeda dengan komunitas lain.

 Lalu tantangan lainnya adalah terkait sumber daya manusia dalam artian pengelola rumah baca. Gambaran yang tadi diawal saya singgung, bahwa kebanyakan rumah baca yang kami inisiasi berada jauh dari kota dengan medan yang tak mudah dan waktu tempuh yang tidak sedikit. Darat laut menyatu. tinggal udara saja yang belum.

 Bahwa dengan kesibukan kami teman-teman Propos yang berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan, pendidikan dan usia membuat kami tidak bisa secara maksimal untuk melakukan kunjungan. Warga lokal kampung setempat yang menjadi mitra kami, tidak semua memiliki karakter dan kesadaran yang sama. Apalagi bicara tentang literasi.

 Bicara literasi,bicara minat baca, ini juga bicara tentang kebiasaan dan kesukaan. Dan iklim ini yang coba kami bangun, dan ini terus memacu kami untuk berinovasi mencari pendekatan yang efektif dan aplikatif.

 Dan tantangan yang tidak kalah hebatnya adalah teknologi. Di satu sisi ia memudahkan, disisi lain melenakan. Gadget, permainan online jauh lebih menarik dibanding buku saat ini.Tak bisa disangkali. Kita tidak bisa menyalahkan teknologi. Daripada terus-menerus menyalahkan lebih baik berpikir bagaimana untuk menciptakan iklim membaca dengan menebar buku sebanyak mungkin. Dan itu salah satunya bisa dimulai dari wilayah pelosok yang belum “terpapar” gadget.

 #Narasumber :

 Harapan, hehehe….Harapan terbesar saya dengan komposTIFA semoga bisa menjadi Yayasan dengan cakupan kegiatan  bermanfaaat  yang lebih luas, mampu mewujudkan lebih banyak Rumah Baca di Pelosok Fakfak yang secara otomatis memupuk dan menumbuhkembangkan minat baca dan komposTIFA bisa menjadi Rumah untuk berkarya, berkreasi untuk sama-sama memajukan negeri dengan megedepankan semangat kemandirian, semangat kemanusiaan, semangat kemanfaatan. Tidak Mudah, tapi selalu ada jalan. Doakan kami juga ya teman-teman.

 #Moderator :

Amin, sama – sama mendoakan supaya impiannya tercapai Kaka, supaya semakin banyak yang mendapatkan akses pada buku bacaan baik di Fakfak, dan terutama ekosistem literasi tumbuh.

 Nah sekarang kita tunggu 3 pertanyaan dari sobat audiens untuk Kaka Ida yaa. Silahkan teman – teman.

 #Moderator :

 Terimakasih sobat yang su bertanya langsung kepada moderator, ini ada pertanyaan dari Bekasi, dari Dani

 Wah bagus sekali ya di Fakfak, kalau kompos tifa ini fokusnya ke pembaca anak kecil, remaja atau dewasa ?

 #Narasumber :

 Hallo,Terima kasih kaka Dani dari Bekasi sudah mau berpartisipasi… semoga sehat ya 🙂

 Semangat awal kami saat mendirikan Rumah baca adalah agar bisa menjadi ruang baca untuk segala kalangan. Itulah mengapa buku yang kami galang tidak hanya terbatas hanya bacaan anak saja. Buku dari berbagai genre fiksi maupun non fiksi kami galang.

 Belakangan memang kami lebih cenderung untuk buku bacaan yang membidik ke anak-anak. Karena semenjak beberapa program terkait literasi yang kami luncurkan, peminatnya lebih ke anak-anak kakak 🙂

 #Moderator : Baik, jadi cenderungnya ke segmen pembaca anak – anak ya kaka.

Nah pertanyaan kedua dari Maria di Sorong

 Kaka baru bagaimana tanggapan pemerintah ? dan kalau sa baca su banyak dibantu orang atau komunitas diluar Fak-fak. Bagaimana caranya bisa seperti itu supaya dibantu mereka kaka  ?

 #Narasumber :

 Halo kaka Maria di Sorong, senang sekali bisa berkenalan melalui Kelas Cerdas

 Tanggapan Pemerintah sejauh ini cukup baik. Melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah kabupaten Fakfak, kami pernah mendapat sokongan buku untuk Rumah Baca Efata. Meskipun harus kami akui bahwa bentuk terkait pendanaan kegiatan belum terwujud. tapi kami percaya bahwa dengan keterlibatan Kantor Arsip dalam beberapa kegiatan yang kami lakukan itu sudah merupakan suntikan semangat bagi kami.

 Tentang jaringan dari luar, media sosial cukup berperan besar bagi kami. Dalam komposTIFA kami punya beberapa Divisi yang saling terkait untuk mengkampanyekan Program kami. Teman-teman dari Divisi Publikasi cukup berperan untuk itu.

 Dan satu lagi, yang penting adalah berkarya dulu. Apresiasi atau dukungan sejatinya satu paket dengan Prestasi. Jadi, bergerak aja dulu 🙂

 #Moderator : Lanjut dengan pertanyaan terakhir dari audiens ya kaka

 ada Indah dari Yogyakarta : Tidak punya rencana cerita-cerita dibukukan ya, kan bagus sekali cerita bisa berbagi ruang baca di tempat seperti Mushola  dan sekolah  ? apalagi cerita mau ke lokasi dan kehilangan sinyal malam – malam ?

 #Narasumber :

 Wah kak Indah di Jogja, Menarik sekali pertanyaannya….

 Sebenarnya di web kami ada kumpulan artikel tentang cerita kami saat bertualang membuka Rumah Baca. Meskipun belum terlalu banyak.

 Salah satu harapan kami memang kedepannya kami bisa membuat kumpulan cerita atau artikel kami yang di bukukan. Insya Allah,.. Sambil disimak saja kak, bakal ada cerita seru lainnya. Eksotisme pedalaman Papua yang kami temui dalam perjalanan kami.

 Mohon do’a dan dukungannya ya kakak 🙂

 #Moderator : Terimakasih banyak kaks dorang yang sudah berkenan memberi pertanyaan kepada Kaka Ida.

 Semoga sobat semua mendapatkan banyak manfaat dari Kelas Cerdas kali ini. Dan ada kesan dan pesan dari Talkshow sore ini kaka Ida ?

 #Narasumber :

 Sahabat hebat Kelas Cerdas dimanapun berada, tentang Kesan.

Hampir semua perjalanan bersama komposTIFA dalam rentang hampir 2 tahun berdiri ini semuanya berkesan. Semuanya menggetarkan. Kami yang dulu bukan apa-apa, yang sesama kami awalnya asing satu sama lain, yang awalnya tidak pernah terpikir untuk bisa melakukan perjalanan jauh dan project-project luar biasa tanpa dibayar tapi dengan semangat keikhlasan dan kemanfaatan kami bisa mewujudkan itu, sungguh telah menjadi sesuatu yang amat sangat luar biasa.

 Dalam satu kesempatan pernah saya sampaikan ke teman-teman Propos, Orientasi akan menentukan seberapa jauh kita melangkah, seberapa lama kita bertahan, dan seberapa teguh kita untuk tidak menyerah. Dan seiring waktu itu menguji kami hingga bisa sampai di titik ini. Perjalanan masih panjang dan kami masih terus membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

 “Bekerja Untuk Kemanusiaan”, kalimat itu saya dapat saat Inisiasi RBK ke 4 di kampung Kriawaswas awal Agustus kemarin. Keluar dari seorang Tokoh Muda kampung itu, yang memilih untuk pulang ke kampung halamannya dan membangun disana. Project-project kebaikan yang kami lakukan sepanjang nyaris 2 tahun ini, sesungguhnya mempertemukan kami  dengan begitu banyak orang-orang baik yang masih peduli untuk membangun atas dasar kemanusiaan yang merupakan nilai agung dari setiap agama dan aliran kepercayaan.

 Kami pernah membuat event budaya besar saat peringatan Sumpah Pemuda tahun kemarin dengan melibatkan masyarakat dari berbagai komponen dengan hanya “bermotorkan” 18 orang dan dana tipis, bakti sosial mengujungi beberapa kampung jauh dengan biaya yang megap-megap, atau penggalangan dana yang diluar ekspekstasi. Namun itu semua tidak menyurutkan kami.

 Dari semua ini, semangat yang ingin kami bagi kawan, bahwa jangan pernah berhenti berbuat baik, karena sejatinya kebaikan itu berjejaring dengan kebaikan lainnya, bahwa segala niat baik pasti akan selalu dimudahkan. Dan kami telah buktikan itu. Kebaikan yang tulus tidak pernah mengkhianati. Jadi sekali lagi, jangan pernah berhenti berbuat baik 🙂

 #Narasumber :

 terima kasih tak terhingga untuk kak Dayu dan Kelas Cerdas. Sudah memberikan kesempatan pada kami berbagi… Mohon dukungan ya untuk teman-teman semuanya… Salam Konspirasi Positif 🙂

 #Moderator : Sekali lagi terimakasih banyak buat Kaka Ida yang telah berkenan berbagi, dan juga sobat semua yang berkenan berpartisipasi dalam Kelas Cerdas kali ini.

 Jangan lupa bulan depan kami akan hadirkan satu orang narasumber untuk berbagi cerita inisiatif yang sedang dilakukan, selamat malam semuanya. Kali ini akan ditutup dengan quotes dari Kaka Ida.

IMG_20170830_175956

Selamat malam, terimakasih semua.

Sampai jumpa di Kelas Cerdas bulan depan, semoga menginspirasi.

 —————————————————————————————————————————————-

Semarak Anak Fakfak Berkarya KomposTIFA 2017

Hari Anak Nasional 2017 dilaksanakan dengan meriah di seluruh bagian di Indonesia. Hari yang jatuh di tanggal 23 Juli ini disambut positif oleh berbagai pihak, tidak hanya anak-anak yang menjadi objek juga seluruh lapisan masyarakat. KomposTIFA sebagai salah satu komunitas yang juga tidak lepas dari aktifitas yang dilakukan oleh anak-anak ikut serta memeriahkan hari Anak Nasional yang pada tahun 2017 jatuh di hari minggu, 23 Juli 2017. Dalam sejarahnya Hari Anak adalah event yang diselenggarakan pada tanggal yang berbeda-beda di berbagai tempat di seluruh dunia. Hari Anak Internasional diperingati setiap tanggal 1 Juni, dan Hari Anak Universal diperingati setiap tanggal 20 November. Negara lainnya merayakan Hari Anak pada tanggal yang lain, dan perayaan ini bertujuan menghormati hak-hak anak di seluruh dunia. Di Indonesia, Hari Anak Nasional diperingati setiap 23 Juli sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984 tanggal 19 Juli 1984

Semarak Anak Fakfak Berkarya KomposTIFA 2017 akhirnya terpilih menjadi tajuk kegiatan yang dilaksanakan kali ini, lagi-lagi seperti kebiasaan KomposTIFA judul ini tentu saja masuk di diskusi seru ketika pertemuan. Tidak hanya nama kegiatan, jargon kegiatan ini pun kami diskusikan bersama. Bukan propos namanya jika kesepakatan tidak didiskusikan. Maka keluarlah jargon Propos Event kali ini yaitu “Anak Hebat yang Membaca, Anak Hebat yang Berkarya. Itu Baru koo..”. Ya, tidak hanya sekedar melaksanakan sebuah kegiatan. Kami mempunyai harapan-harapan untuk anak-anak Fakfak pada khususnya di setiap kegiatan kami. Membaca, menjadi kata kunci utama yang kami sepakati harus mampu menjadi hal penting yang dilakukan oleh anak Indonesia. Mereka yang membaca akan hebat, mereka yang membaca akan mampu untuk berkarya. Anak hebat yang membaca dan berkarya, itu baru ko.

SAFB KomposTIFA 2017 kami rancang dengan berbagai keseruan di dalamnya, beberapa ide perlombaan yang ditujukan untuk anak-anak bermunculan diantara kami. Ide-ide tersebut akhirnya mengerucut pada empat macam lomba, yaitu:

  1. Lomba Membaca:

Merupakan perlombaan membaca beberapa paragraf bacaan yang diikuti oleh anak usia 9 sampai dengan 12 Tahun.

  1. Lomba Mewarnai:

Merupakan perlombaan yang diikuti oleh anak usia 6-8 tahun dimana mereka diberikan selembar kertas gambar yang kami isi dengan beberapa gambar kearifan lokal yang kemudian mereka warnai.

  1. Lomba Bercerita:

Merupakan perlombaan bercerita dimana anak-anak akan diminta menceritakan kembali cerita yang disiapkan sendiri ataupun disiapkan oleh panitia. Cerita mencakup cerita rakyat ataupun dongeng nasional. Anak usia 9-12 Tahun diminta untuk bercerita dengan gaya dan kreatifitasnya sendiri. Menuntut keberanian, kreatifitas dan keterampilan untuk mampu bercerita dengan menarik.

  1. Kopiko (Kotak Pintar KomposTIFA):

Bukan KomposTIFA namanya kalau tidak menciptakan hal-hal menarik. Bersumber dari permainan ular tangga yang sering dimainkan oleh banyak orang, KomposTIFA kemudian mengemas kegiatan ini menjadi permainan tiga dimensi dengan anak-anak yang menjadi pionnya. Tidak hanya itu, tantangan dan hiburan dalam permainan ini bukan hanya dari ular dan tangga yang membuat anak-anak akan naik dan turun dari kotak tetapi adanya tiga zona menarik yang diciptakan. Pertama adalah Zona Pangaruh yang berisi bacaan singkat berisi informasi yang mengharuskan anak yang berada di dalam kotak tersebut membacanya, jika benar tentu saja ada bonus yang diberikan. Zona kedua adalah zona cerdas, seperti namanya zona ini berisi pertanyaan-pertanyaan umum yang harus dijawab; Benar dan salahnya mempunyai bonus dan sanksinya. Zona terakhir merupakan zona Ceria, berbeda dengan dua zona sebelumnya di zona ini hanya berisi bonus dan juga perintah-perintah yang menuntut keberanian dan kreatifitas seorang anak. Ketiga zona ini menjadi tantangan tersendiri dalam memainkan permainan yang diberi nama Kotak Pintar KomposTIFA atau disingkat Kopiko. Perlombaan ini diikuti oleh anak usia 9 sampai dengan 12 Tahun hingga mendapatkan satu pemenang. Oiya, tidak lupa terdapat dadu raksasa yang dibuat oleh KomposTIFA.

Perlombaan-perlombaan ini diikuti lebih dari 13 tim sekolah ataupun diluar sekolah baik dari pondok baca, perkantoran ataupun perumahan. Selain itu jumlah peserta yang kurang lebih mencapai 100 orang di 4 mata lomba membuat perayaan hari Anak Nasional ini berlangsung dengan sangat meriah disamping adanya tamu undangan dan orang tua, wali dan guru yang ikut serta menemani anak didiknya.

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Kantor Arsip dan perpustakaan Kabupaten Fakfak ini berlangsung cukup panjang dimulai dari registrasi ulang sekitar jam 11 siang dan selesai di sekitar pukul setengah 5 siang. Rangkaian kegiatan sangat beragam, diawali dengan sambutan seluruh rangkaian acara berlangsung dengan sangat ramah pada anak-anak. Selain perlombaan ada juga menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama tidak lupa ice breaking, hiburan-hiburan menarik dari bakat-bakat anak Fakfak, satu hal yang menarik anak-anak untuk menikmati dengan kegembiraan dalam acara ini adalah dinyanyikan bersama-sama mars hari Anak Nasional dengan gerakan yang menarik. Menyanyi, melompat dan bergerak dengan berani dan penuh semangat itulah yang tergambar dengan jelas di sepanjang kegiatan SAFB KomposTIFA 2017. Selain dapat menikmati perlombaan yang sedang berlangsung, SAFB juga menyediakan “Pojok Buku” yang berisi gelaran berbagai macam buku anak yang sangat menarik dan menjadi magnet bagi anak-anak untuk mendekati di sela segala hiburan yang disediakan di sepanjang acara. Pojok buku mendapat tanggapan sangat positif dilihat dari anak-anak yang begitu antusias membaca berbagai jenis buku menarik.

Akhirnya kegiatan yang menghasilkan 3 juara pada masing-masing mata lomba Mewarnai, Membaca dan Bercerita dan satu juara untuk Kopiko berakhir dengan tertib dan meninggalkan keceriaan. KomposTIFA tidak akan berhasil melaksanakan ini semua tanpa adanya dukungan positif dari berbagai pihak, karenanya Terimakasih tak pernah bisa kami lupakan untuk segala bentuk dukungan. Harapan besar semua kekurangan yang dilakukan tanpa sengaja sepanjang kegiatan bisa dimaafkan karena KomposTIFA akan terus berusaha menggelar kegiatan positif lainnya semakin baik dan baik.

SEMARAK ANAK FAKFAK BERKARYA KOMPOSTIFA 2017!

SELAMAT HARI ANAK NASIONAL!

23 JULI 2017

Salam Hangat.

KomposTIFA

Redaksi: div. Publikasi KomposTIFA 2017

Donasi Buku Melalui Kantor Pos Indonesia. 17 Juni 2017.

Program pengiriman buku gratis oleh Kantor Pos Indonesia sangat disambut baik oleh banyak pihak. Termasuk KomposTIFA dan juga donatur-donaturnya.

Ini merupakan kali pertama KomposTIFA ikut resmi tergabung di dalam jaringan Pustaka Bergerak yang memudahkan Donatur dalam mengirimkan buku ke KomposTIFA melalui kantor Pos setiap tanggal 17 di setiap bulannya. Pengiriman edisi 17 Juni 2017 juga ternyata sudah dimanfaatkan oleh donatur buku.

Tepat tanggal 27 Juni 2017 paketan dari teman-teman Festival Ikut Bekerja dan BukuMojok melalui PT. Pos Indonesia telah sampai di Kabupaten Fakfak.

Kompostifa akan segera meneruskan ke rumah baca dan pondok baca mitra Kompostifa Fakfak dan juga akan dibawa untuk ransel propos 😊😊😊 adik-adik pasti senang sekali 😀

Salam hangat.
Kompostifa

#Kompostifa #DonasiBuku #FestivalIkutBekerja #BukuMojok #Ayokirimbuku#PustakaBergerak

 

AYO KE KANTOR POS!

KABAR GEMBIRA!!! AYO KE KANTOR POS!!!

Kompostifa Fakfak dengan Ransel Propos Kompostifa telah menjadi bagian dari pustaka bergerak dengan senang hati menerima donasi buku dari kawan positivers.

Kawan-kawan dapat mengirimkan buku pada tanggal 17 di tiap bulannya secara GRATIS melalui Kantor Pos di seluruh Indonesia. Bisa dimulai dari tanggal 17 JUNI 2017.

Syaratnya sangat mudah hanya dengan mengirimkan buku dengan berat maksimal 10 KG dan mencantumkan kata BERGERAK di paket yang akan dikirim.

Alamat pengiriman KomposTIFA:

Bapak Hasanuddin (KOMPOSTIFA)
Jl. D.I. Pandjaitan RT 007, Kabupaten Fakfak, Papua Barat 98611
No HP 082248173232

Selain Ransel Propos, KomposTIFA juga memiliki 3 rumah baca serta 2 pondok baca mitra yang dapat menjadi sasaran tepat untuk buku-buku yang kawan-kawan donasikan.

kontak komunitas: 082311150192, 085232687104
email: kompostifa@gmail.com
website: kompostifa.org

Salam Konspirasi Positif. Be The Best!

Salam Hangat.
Kompostifa Fakfak

Terimakasih PT. POS Indonesia

https://www.facebook.com/plugins/post.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2FofficialkomposTIFA%2Fposts%2F1310143352433065&width=500